TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP
Disusun oleh:
Amin Dwi Cahyanti
14030204041
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Teori Evolusi Makhluk Hidup” ini dalam bentuk maupun isinya yang
sangat sederhana.
Penulis sudah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin, akan tetapi
penulis menyadari kesalahan dan kealfaan, makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Namun berkat arahan, bimbingan, dan bantuan dari
berbagai pihak sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan arahan dan bimbingan.
Makalah
ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Surabaya, 18 Desember 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata pengantar………………………………………………………………………………..i
Daftar isi………………………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masalah………………………………………………………………..1
1.2
Rumusan masalah………………………………………………………………………2
1.3
Tujuan…………………………………………………………………………………...2
1.4
Manfaat………………………………………………………………………………….3
BAB II KAJIAN TEORI
2.1
Pengertian
Evolusi………………………………………………………………………4
2.2
Pendapat para
ahli mengenai adanya evolusi………………………………………….17
BAB III PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………………………………………20
Daftar pustaka…………………………………………………………………………………21
BAB I
PENDAHULUAN
1.2
Latar Belakang
Masalah
Teori evolusi terus
berkembang, khususnya sejak Edwin Hubble pada tahun 1929 dengan menggunakan
efek Dopler menyatakan ide Big Bang, yang terjadi 14 milliar tahun lalu, dan diperkuat
oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada 1965 yang secara kebetulan menemukan
sinyal microwave di alam semestayang intinya adalah memperkuat teori big bang,
sekaligus evolusi.
Masalah penciptaan manusia
termasuk salah satu pembahasan kuno yang mungkin telah mendapat perhatian dari sejak
manusia itu diciptakan. Dengan menilik kitab-kitab samawi beberapa agama
seperti agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Kekunoan
pembahasan dapat kita lihat dengan jelas. Makalah iniingin mengupas sebuah
pembahasan komparatif Teori penciptaan makhluk hidup menurut para ahli dan para
ahli terhadap teori Evolusi tersubut.
Dengan kata lain,
perbandingan antara keyakinan para ahli tafsir dan penggetahuan yang diyakini
oleh para ilmuan ilmu alam tentag tata cara penciptaan manusia. Akan tetapi,kejelasan tentang masalah ini bergantung pada penjelasan yang benar tentang teori
pemikiran ini, dan juga pada pemaparan latar
belakang sejarah dan sikap-sikap yang pernah diambil dalam menanggapinya.
Evolusi (dalam kajian biologi)
berarti
perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu
generasi ke
generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga
proses utama: variasi, reproduksi, danseleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar
evolusi ini dibawa oleh gen
yang
diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi
dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan
mempunyai sifat-sifat yang
baru.
Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer
gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara
seksual, kombinasi gen yang
baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi
antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini
menjadi lebih umum atau langka
dalam suatu populasi.
Meskipun
teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya
biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian,
Darwin ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak
terbukti mampu menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin
mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas
komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar
belakang masalah di
atas dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1.2.1
Bagaimanakah
Pengertian
Evolusi?
1.2.2
Bagaimana
pendapat para ahli pro dan kontra mengenai evolusi?
1.3
Tujuan
Berdasarkan
permasalahan tersebut, maka dapat dirumuskan baha tujuan dari penulisan makalah
ini adalah :
1.3.1
Untuk mengetahui berbagai teori evolusi dari para ahli tentang penciptaan makhluk
hidup.
1.3.2
Untuk mengetahui pendapat para ahli
Pro dan Kontra mengenai evolusi.
1.4
Manfaat
1.4.1
Manfaat teoritis, dari segi akademis sebagai sarana pembanding bagi dunia ilmu
pengetahuan.
1.4.2
Menambah
wawasan penulis dan pembaca.
1.4.3
Memberikan
informasi tentang teori evolusi dan bantahannya sebagai wawasan dan
dapat menambah ilmu pengetahuan
kepada pembaca.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1.
Pengertian Evolusi
Teori evolusi sudah
dikemukakan sejak zaman Aristoteles dimana teori tersebut berusaha menjelaskan
proses evolusi yang meliputi sumber variabilitas, organisasi variasi genetic
dalam populasi, diferensiasi populasi, isolasi reproduktif, asal mula spesies
dan hibridisasi. Biologi Evolusi ilmu yang lunak yang mempunyai daya prediksi
lemah. Teorinya tersusun atas data yang tidak lengkap atau yang belum sempurna
dipahami, meskipun ia tergolong ilmu hayat, bahasannya lebih cenderung ke kutup
humanika daripada ke kutup eksakta. Teori evolusi sendiri berevolusi sejak
zaman Aritoteles melalui Cuvier, lamarck, ke Erasmus Darwin dan Charles
Darwin/Alfred Wallace. Tokoh yang paling terkenal adalah Darwin. Darwin banyak
terpengaruh oleh Linnaeus dan Malthus. Teori evolusi sendiri lebih banyak
dipengaruhi oleh de Vries dan Mendel, Morgan dan Muller, lalu Mayr, Dobhansky.
Di jaman Darwin belum ada genetika, paleantropologi dan geokronologi, bahkan
ilmu-ilmu lain juga belum berkembang, seperti geologi, paleogeografi, dan
embriologi komparatif.
Sekarang evolusi adalah teori
sintetis atau teori biologi yang memanfaatkan segala disiplin yang relevan.
Seperti paleontology, palaekologi, biostratigrafi, paleogeografi, biologi
molekuler, biokimia, biostatistik dan lain sebagainya. Teori evolusi akan mudah
dipelajari jika kita memahami prinsip-prinsip dari disiplin ilmu tersebut.
Evolusi adalah suatu
perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama.
Perubahan yang dimaksudkan disini adalah perubahan struktur dan fungsi makhluk
hidup dari yang sederhana menuju struktur dan fungsi yang kompleks dan beragam.
Perubahan yang terjadi dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu; perubahan progresif dan perubahan retrogresif. Perubahan progresif yaitu
perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup dari kondisi sederhana menuju
kondisi yang maju atau modern untuk dapat bertahan hidup. Perubahan retrogresif
yaitu perubahan struktur dan fungsi yang menuju kepunahan. Kepunahan terjadi
tidak hanya karena mundurnya struktur dan fungsi tetapi juga dapat terjadi
karena perkembangan struktur dan fungsi yang melebihi proporsinya sehingga
makhluk hidup tersebut tidak mampu bertahan hidup.
Perubahan
struktur dan fungsi makhluk hidup sangat tergantung pada struktur DNA dari
makhluk hidup tersebut, sehingga pengertian evolusi biologi adalah perubahan
frekuensi gena dalam suatu populasi karena faktor-faktor atau mekanisme
evolusi. Adapun faktor-faktor evolusi adalah
rekombinasi seksual, mutasi, seleksi alam, arus gen / gen flow, dan
genetic drift. Proses evolusi dapat berbeda dalam skala, tempo dan moda.
Evolusi juga dapat berlangsung lama untuk hewan besar (makroevolusi), maka yang
dapat diekplorasi adalah mikroevolusi pada makhluk hidup dengan umur generasi
yang pendek.
Sebagai
ilmu historis yang integratif, biologi evolusi masih banyak mempunyai banyak
kelemahan, sehingga dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat di kalangan para
ahli. Pertentangan teori evolusi belum akan berakhir sampai sekarang. Saat ini,
di berbagai negara berlangsung upaya kolektif untuk mendorong sekolah-sekolah
di sana untuk mengajarkan tidak hanya teori evolusi di kelas-kelas biologi,
tapi juga teori alternatifnya, seperti apa yang disebut sebagai teori
kreasionisme yaitu teori penciptaan menurut kitap suci. Dalam pandangan
pendukung kreasionisme, argumen Darwin bahwa seluruh mahluk hidup ini
berawal dari sebuah sel tunggal yang kemudian berevolusi selama jutaan tahun
menjadi beragam spesies dan sub-spesies seperti yang kita kenal sekarang, tidak
berdasarkan pada bukti yang tak terbantahkan.
Sebaliknya,
mereka percaya – seperti juga yang diyakini Harun Yahya -- keragaman spesies
ini terjadi karena dengan sengaja dirancang oleh Sang pencipta. Dengan
kata lain, sejak awal Tuhan menciptakan, manusia, gajah, monyet, ular dan
beragam mahluk lainnya secara unik. Yang satu tidak berhubungan dengan yang
lain.
Ini bukan sekadar argumen ideologis. Yang menjadikan
kalangan pendukung teori kreasionisme merasa layak membantah teori Darwin
adalah karena, dalam pandangan mereka, teori-teori evolusi sendiri
mengandung banyak kelemahan dan cacat. Teori-teori ini memang berdasarkan pada
bukti-bukti kesamaan yang terlihat di antara fosil mahluk hidup dari jutaan
tahun lalu dengan, misalnya, mahluk hidup kontemporer. Bagi para pengecam teori
evolusi, rangkaian kesamaan itu tidak dengan sendirinya mengindikasikan adanya mata
rantai yang berkesinambungan.
Bagi pendukung teori evolusi teori kreasionisme juga
bukan tanpa cacat. Jacob (2001) mengatakan bahwa Harun Yahya dengan bukunya
Keruntuhan Teori Evolusi dikritik sebagai karangan pamlet yang total menentang
teori evolusi. Teori Kreasionisme yang diajukan tidak terperinci dan tidak
memberi keterangan alternatif tentang bukti-bukti evolusi menurut teori
kreasionisme. Harun Yahya tampak tidak memahami makna survival of the fittest sebagai bentuk transisi hubungan
seleksi alam dan arah evolusi. Ia heran bahwa teori evolusi hanya tambal sulam,
padahal seluruh ilmu alamiah adalah ilmu batu bata yang disusun satu persatu.
Jacob (2001) juga menulis bahwa Harun Yahya terlalu
takjub oleh beberapa spesies hewan seperti lebah mempunyai kemahiran membuat
sarang yang tidak dapat ditiru oleh manusia. Luput dari observasinya bahwa
semua makhluk hidup mempunyai keistimewaan masing-masing, yang tidak dapat
ditiru oleh makhluk lain. Mahasiswa yang benar-benar ingin mendalami biologi
evolusi sebaiknya membaca buku-buku ilmiah dengan sungguh-sungguh dan tidak
mudah luntur imannya. Ilmu pengetahuan adalah suatu sistem untuk mengetahui
bagaimana alam bekerja dan di belakang itu semua ada Tuhan Yang Maha Kuasa,
yang tetap ada meskipun ada yang mengatakan ia tidak ada.
Teori-teori evolusi
Beberapa teori-teori dari
para ilmuwan tentang evolusi adalah sebagai berikut:
a.
Teori Fixisme
Diyakini
oleh para pemikir pada masa-masa terdahulu. Teori ini meyakini adanya eaneka
ragam spesies makhluk yang bersifat independen, artinya manusia berasal dari
manusia dan seluruh binatang yang lain juga berasal dari spesies mereka
masing-masing.
b.
Teori Transformisme
Beranggapan
bahwa penciptaan spesies-spesies yang ada sekarang ini berasal dari makhluk dan
spesies-spesies yang berbeda. Para ilmuwan berkeyakinan bahwa teori evolusi
alam natural paling tidak sesuai dengan masa para filosof Yunani. Sebagai
contoh, Heraclitus meyakini bahwa segala sesuatu senantiasa mengalami proses
dan evolusi. Jika manusia memiliki bentuk seperti yang dapat kita lihat
sekarang ini sejak dari permulaan, niscaya ia tidak akan dapat bertahan hidup.
c.
Teori Katastropisme
Merupakan
paham tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang yang
umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam.
Teori ini dikenalkan oleh George Cuvier (1796-1832), seorang ahli Palentologi
(ilmu fosil). Alasan Cuvier adalah karena ia mengamati stiap sedimen bebatuan
kuno yang ia temukan mengandung beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda.
Karena itu, ia berpikir bahwa sedimen mewakili tiap masa atau waktu evolusi.
Tiap sedimen yang mengandung jenis-jenis organisme hidup dan mati karena
bencana.Ia berkeyakinan bahwa makhluk hidup muncul selama masa yang
beranekaragam dalam tataran geologis. Teori ini dalam ilmu geologi dikenal
dengan nama Catastrophisme; yaitu evolusi besar di permukaan bumi. Ia mengingkari
jenis hubungan kefamilian antara makhluk hidup yang hidup pada masa kini dengan
makhluk hidup yang pernah hidup.
d.
Teori Kresionisme
Merupakan
teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan sekaligus
lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau
prubahan. Paham ini dianut berdasar keyakinan agama juga berdasarkan keterangan
Aristoteles (hidup pada masa 300 SM). Teori Kreasionisme dianggap tidak valid
karena kenyatannya banyak spesies yang hidupnya tidak sekaligus ada pada satu
zaman. Misalnya, masa hidup dinosaurus tidak bersamaan dengan masa hidup
manusia.
e.
Teori Gradualisme
Dikemukakan
oleh ahli geologi Swedia bernama James Hutton (1795). Paham tersebut menyatakan
bahwa perubahan geologis berlangsung pelan-pelan tetapi pasti. Teori ini tidak
mampu dijelaskan dengan mekanisme yang meyakinkan.
f.
Teori Uiformitarianisme
Dinyatakan
oleh Charles Lyell (1797-1875). Paham ini meyatakan bahwa proses-proses
geologis ternyata menuruti pola yang seragam sehingga kecepata dan pengaruh
perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu. Misalnya, terbentuknya gunung
selalu diimbangi dengan erosi gunung. Teori ini tidak dapat menjelaskan
kejadian terbentuknya spesies.
g.
Teori Lammarck
Pada
abad ke-18, sejumlah naturalis (termasuk kakek Darwin, Erasmus Darwin)
berpendapat bahwa makhluk hidup berevolusi seiring perubahan lingkungan. Namun,
hanya satu pendahulu Charles Darwin yang mengajukan mekanisme bagaimana makhluk
hidup berubah seiring waktu: ahli biologi Prancis Jean-Baptiste de Lamarck (1744-1829).
Lamarck menerbitkan hipotesisnya pada 1809 tahun ketika Darwin dilahirkan.
Dengan membandingkan spesies hidup dan bentuk fosil. Lamarck menemukan sesuatu
yang tampaknya merupakan sejumlah garris keturunan. Masing-masing garis
keturunan merupakan rangkaian kronologis dari fosil yang lebih tua ke fosil
yang lebih muda dan mengarah ke spesies yang masih ada saat ini. Ia menjelaskan
temuannya menggunakan dua prinsip. Prinsip pertama adalah digunakan atau
dibuang (use ndisuse), gagasan bahwa bagian tubuh yang sering digunakan menjadi
lebih besar dan kuat, sementara yang jarang digunakan menjadi lemah. Sebagai
contoh, ia menyebutkan jerapah yang meregangkan lehernya untuk mencapai
dedaunan dicabang yang tinggi. Prinsip kedua, pewarisan sifat dari karakteristik
yang diperoleh (inheritance of aquired characteristic), menyatakan bahwa suatu
organisme dapat meneruskan modifikasi-modifikasi karakteristik kepada
keturunannya. Lamarck menalar bahwa leher yang panjang dan berotot milik
jerapah yang masih hidup saat ini telah dievolusikan selama beberapa generasi
seiring rentangan leher jerapah yang semakin tinggi. Lamarck juga mengira bahwa
evolusi terjadi karena organisme memiliki dorongan bawaan untuk menjadi lebih
kompleks. Darwin menolak gagasan ini, namun ia juga menduga bahwa variasi
muncul dalam proses evolusi sebagian melalui pewarisan sifat yang diperoleh.
Akan tetapi, pemahaman kita sekarang mengenai genetika menggugurkan mekanisme
ini: tidak ada bukti bahwa karakteristik yang diperoleh dapat diwariskan memalui
cara yang diajukan oleh Lamarck.
h.
Teori Darwin
Darwin
menalar bahwa dalam jangka waktu yang amat panjang, penurunan dengan modifikasi
pada akhirnya menyebabkan tingginya keanekaragaman makhluk hidup yang kita
lihat sekarang ini. Darwin memandang sejarah kehidupan sebagai sebuah pohon,
dengan banyak cabang dari batang bersama menuju keujung-ujung ranting termudah.
Ujung-ujung ranting tersebut mencerminkan keanekaragaman organisme yang ada
saat ini. Setiap percabangan pada pohon mencerminkan nenek moyang dari semua
garis evolusi yang kemudian bercabang dari titik tersebut. Spesies yang
berkerabat dekat, misalnya gajah Asia dan gajah Afrika, sangat mirip sebab
mereka berada pada garis keturunan yang sama sebelum baru-baru ini memisah dari
nenek moyang bersama mereka. Dalam upayanya untuk mengklasifikasikan makhluk
hidup, Linnaeus menyadari bahwa sejumlah organisme memiliki kemiripan yang
lebih banyak daripada organisme lain, namun ia tidak mengaitkan kemiripan
tersebut dengan evolusi. Bagaimanapun juga karna ia telah menyadari bahwa
keanekaragaman luar biasa dari organisme dapat disusun ke dalam “kelompok
dibawah kelompok” (ungkapan Darwin), sistem Linnaeus sangat sesuai dengan
hipotesis Darwin. Bagi Darwin, hirarki Linnaean mencerminkan sejarah percabangan
dari pohon kehidupan dengan organisme pada tingkat yang berbeda berkerabat
melalui penurunan dari nenek moyang bersama.
Bukti-Bukti Evolusi
Kecaman dari berbagai pihak tentang teori evolusi, mendorong para
pendukung teori evolusi membuktikan kebenaran teori evolusi. Hal-hal yang perlu
dibuktikan dalam teori evolusi sebenarnya sudah dibahas dalam buku Drawin ”The
Origin of Species by Means Natural Selection”. Upaya untuk mencari bukti sampai
sekarang lebih mengarah pada petunjuk adanya evolusi daripada bukti adanya
evolusi. Pemaparan bukti evolusi harus dilakukan dengan pendekatan
multidisipliner.
Adapun bukti
evolusi yang sering dipakai adalah fosil, anatomi komparatif, struktur sisa,
embriologi komparatif, biokimia komparatif dan biogeografi.
a.
Petunjuk
adanya evolusi dari segi palaentologi
Charles Darwin
yang menyatakan bahwa fosil adalah bukti perkembangan makhluk hidup masa
lampau, yang menujukkan suatu perkembangan yang terus menerus secara evolutif.
Perkembangan evolusi kuda sering digunakan sebagai contoh perkembangan makhluk
hidup dari segi paleontologik.

Gambar 1. Evolusi Kuda
Perkembangan
kuda dimulai dari apa yang disebut Hyracotherium, termasuk kelompok Eohippus,
yang muncul dari Eocene awal di Amerika Utara dan Eropa. Nenek moyang kuda ini
hanya sekitar 11 inci, berleher pendek dan mempunyai kaki depan yang berbeda
dengan kaki belakang, kaki depan jumlah jari kakinya empat dan kaki belakang
jumlah jarinya hanya tiga; jari keempat dan kelima masih ada tapi kecil sekali.
Pada oligocene muncul Mesohippus yang lebih besar daripada Eohippus, yakni
sekitar 24 inci. Kaki depan dan kaki belakang semua berjari 3. Pada Miocene
dijumpai adanya Parahippus dan Merychippus, yang pertama adalah pemakan daun
dan yang kemudian adalah pemakan rumput. Baru pada Pleiocene muncul apa yang
disebut Pliohippus yang jari sampingnya sudah mereduksi. Pada akhir Pleiocene
akhir sudah muncul nenek moyang kuda
yang berjari satu, yang menyebar ke seluruh dunia kecuali Australia.
Kalau diikuti
uraian tersebut di atas seakan-akan perkembangan kuda secara evolusi seperti
garis lurus. Dalam kenyataannya perkembangan tersebut bercabang-cabang. Sebagai
contoh adalah pada Miocene selain terdapat Parahippus dan Merychippus seperti
disebut di atas, juga ada Hypohippus, namun kemudian tidak berkembang dan
akhirnya punah.
b.
Petunjuk
adanya Evolsi berupa Anatomi Komparatif
Dikenal adanya
keadaan yang disebut homologi dan analogi. Homologi adalah adanya fungsi yang
berbeda beragai hewan yang bila dianalisa secara cermat ternyata mempunyai
bentuk dasar yang sama, sedangkan analogi adalah adanya fungsi yang sama pada
beberapa makhluk hidup yang secara anatomik organ yang mengemban fungsi
tersebut tidak mempunyai struktur dasar yang sama. Para ahli berpendapat bahwa
peristiwa analogi ini adalah merupakan proses perkembangan evolusi konvergen.
Suatu peristiwa yang bertolak dari adaptasi anggota makhluk hidup dari beberapa
bentuk berbeda namun berada dalam lingkungan yang sama untuk jangka waktu yang
sangat lama. Yang biasa dipakai petunjuk evolusi adalah homologi struktur
ekstrimitas anterior beberapa hewan vertebrata (gambar 2)
Gambar 2. Homologi
ekstremitas anterior beberapa binatang vertebrata
c.
Petunjuk
Evolusi Embriologi Komparatif
Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan
dalam Ernst Haeckel bahwa ontogeni adalah pilogeni yang dipersingkat. Ia
menyebut sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. Perkembangan embrio
pada hewan vertebrata dijumpai kenyataan bahwa perkembangan embrio dari zigot
menujukkan struktur yang sama, namun selanjutnya berkembang berbeda satu dengan
yang lainnya sehingga bentuk dewasanya mejadi sangat berbeda (gambar 3).

Gambar 3.
Embriologi Komparatif Beberapa hewan Vertebrata
d.
Petunjuk
dari Fisiologi Komparatif
Kemiripan faal tubuh dijumpai pada makhluk hidup mulai
dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi meliputi:
-
kemiripan
dalam faal respiratoria
-
kemiripan
dalam metabolisme
-
proses
sintesis protein
-
pembentukkan ATP sebagai molekul berenergi tinggi
e.
Petunjuk
dari usaha domestifikasi
Hasil perjalanan Darwin menunjukkan bahwa spesiasi dapat
terjadi karena upaya domestifikasi oleh manusia, misalnya upaya pemuliaan
tanaman maupun hewan.
f.
Petunjuk
dari Alat Tubuh yang tersisa
Alat-alat sisa digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi,
karena dalam kenyataanya meskipun alat tersebut tidak lagi menunjukkan suatu
fungsi nyata tapi tetap dijumpai secara nyata dan jumlahnya boleh dikatakan
cukup banyak. Penganut faham evolusi melihat adanya kelemahan dari penganut
faham ciptaan khusus, bertolak dari alat-alat tersisa yang tidak lagi ada
gunanya itu. Adapun organ-organ sisa antara lain: apendiks, selaput mata
sebelah dalam, otot-otot penggerak telinga, tulang ekor, gigi taring yang
runcing, geraham ketiga, rambut didada, mammae pada laki-laki, musculus
piramidalis dan masih banyak lagi (Gambar 4).

Gambar 4. Beberapa
Struktur Sisa dari Manusia
g.
Petunjuk
dari struktur DNA dan Protein
Semua organisme hidup tersusun oleh kode genetik
(DNA=Dioksiribonukleotid Acid) yang sama. Kode genetik makhluk hidup tersusun
oleh gula ribosa, pospat, dan empat basa nitrogen yang saling berkombinasi
menghasilkan sifat-sifat fenotif yang berbeda. Kode genetik ini bersifat
universal. Melalui proses transkripsi dan tranlasi kode-kode genetik ini
diterjemahkan menjadi asam amino-asam amino yang menyusun protein. Secara
universal protein seluruh makhluk hidup tersusun oleh kombinasi 20 asam amino
(Gambar 5 dan 6).

Gambar 5. Homologi
Kode Genetik

Gambar 5. Kamus
Kode Genetik
2.2
Pendapat para ahli mengenai adanya evolusi
Berikut
beberapa pendapat pro kontra teori evolusi.
1. Lamarck vs Weismann :
Pendapat Lamark pada tahun
1801 mengenai adanya evolusi pada makhluk hidup :
Lamarck percaya bahwa perubahan-perubahan yang terjadi
pada suatu organism semasa hidupnya sebagai konsekuensi dari adaptasinya dengan
lingkungan tertentu. Bagian-bagian yang digunakan cenderung akan menonjol,
sedangkan yang tidak digunakan akan cenderung menghilang (konsep guna-takguna,use-disuse concept). Kemudian
perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu organisme semasa hidupnya akan
diteruskan pada keturunannya; dengan kata lain, keturunannya mewakili
karakteristik dapatan atau karakteristik perolehan (acquired characteristic) tersebut. Ada sebuah konsep yang
terintegrasi dengan teori Lamarck, yaitu bahwa ada konsep dorongan tak sadar
yang tertanam dalam diriorganisme untuk mengarah pada tingkat kompleksitas yang
lebih tinggi, seakan-akan setiap makhluk hidup diberkahhi keinginan untuk
mencari kedudukan yang lebih baik dalam hidup.
Kekurangan utama dalam teori Lamarck adalah pandangan
bahwa karakteristik perolehan suatu organism akan diwariskan. Dengan pemahaman
kita saat ini mengenai kendali pewarisan sifat secara genetis, kita menyadari
bahwa hanya perubahan susunan gen yang dapat mengarah pada terjadinya perubahan
permanen pada keturunan suatu organism. Akan tetapi, saat Lamarck merumuskan
teorinya, hanya sedikit yang telah diketahui mengenai mekanisme genetic.
Teori evolusi Lamarck tidak seharusnya dianggap sebagai
sekedar kesalahan konseptual. Lebih tepatnya, teorinya itu seharusnya dipandang
sebagai langkah penting dalam perkembangan berkelanjutan kea rah ketepatan yang
lebih tinggi dalam deskripsi suatu proses alamiah.
Weismann (biologiawan Jerman
1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang
diperoleh.
Percobaan yang dilakukan
Weismann : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata
keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun
dilakukan sampai 20 generasi.
2. Lamarck vs Darwin :
Mereka berbeda pendapat
mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang.
Menurut Lamarck : semula
jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka
dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun
yang semakin tinggi letaknya.
Teori
Lamarck tentang evolusi
1. Organ tubuh yang sering
dipergunakan akan tumbuh sempurna, sedangkan organ tubuh yang jarang/tidak
dipergunakan akan menyusut (rudimeter) (Teori Use and Disuse).
2.
Perubahan-perubahan pada makhluk hidup disebabkan oleh
perubahan lingkungan. Setiap perubahan yang dialami oleh
makhluk hidup akan diturunkan.
Menurut Darwin : dalam
populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi
mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah
berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.
Teori Darwin tentang Evolusi
1.
Mahluk hidup yang ada sekarang berasal dari mahluk hidup
dimasa silam dengan mengalami perubahan secara perlahan-lahan.
2.
Proses perubahah dari mahluk hidup dimasa silam (sederhana)
menjadi mahluk hidup dimasa sekarang (lebih sempurna) berlangsung secara
bertahap dan dalam kurun waktu yang sangat lama.
3.
Setiap mahluk hidup harus berjuang untuk melangsungkan
kehidupannya (teori seleksi alam).
3. Darwin vs Weisman
Sebenarnya Weisman tidaklah menentang teori
Darwin tetapi hanya menegaskan bahwa sifat-sifat hasil dari seleksi alam
tidaklah dapat di turunkan kepada keturunannya. Menurutnya Evolusi adalah
menyangkut maslah bagaimana pewarisan genetika melalui sel-sel kelamin, dengan
kata lain evolusi adalah gejala seleksi
alam terhadap faktor-faktor genetika.
Hubungan hal tersebut dengan
teori Darwin adalah bahwa jerapah-jerapah leher pendek gennya bersifat resesif.
sedangka, jerapah leher panjang bersifat dominan. Jerapah yang ber-gen resesif
jumlah nya akan lebih sedikit dari pada jerapah yang berleher panjang dan tidak
mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan. oleh karena itu jerapah yang
berleher pendek pun punah.
4. Harun Yahya vs Darwin
Harun yahya kontra terhadap adanya teori evolusi yang menyatakan manusia
berasal dari kera. Ia berpendapat bahwa manusia pertama yang terlahir di bumi
adalah Nabi Adam a.s.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Evolusi adalah suatu perubahan yang berlangsung sedikit
demi sedikit dan memakan waktu yang lama. Perubahan yang dimaksudkan disini
adalah perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup dari yang sederhana menuju
struktur dan fungsi yang kompleks dan beragam. Teori-teori evolusi yaitu Teori
Fixisme, Katastrophisme, Transformisme, Gradualisme, Kreasionisme,
Uiformitanianisme, Lamarck, Darwin. Perbedaan dari teori Lamarck dengan Darwin
yaitu Lamarck mengatakan evolusi terjadi Karena adanya perubahan individu
sebagai mekanisme adaptasi terhadap lingkungan, dan perubahan ini diwariskan.
Sedangkan Darwin mengatakan evolusi terjadi karena seleksi alam, individu yang
mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang mampu bertahan hidup. Adapun
bukti-bukti terjadinya evolusi yaitu biogeografi, catatan fosil, anatomi
perbandigan, dan embriologi perbandingan. Pandangan baru mengenai evolusi yaitu
dari pihak yang tidak setuju dengan pendapat Darwin mengemukakan bahwa mahluk
hidup tercipta dengan betuk yang ada seperti saat ini. Ini disebut teori
penciptaan dan berkembang menjadi teori-teori yang pada intinya mendukung teori
penciptaan (creationism). Salah satu teori penciptaan adalah teori Intelligent
Design. Menurut teori ini, semua mahluk hidup dan alam semesta diciptakan oleh
Tuhan secara terencana dan bukannya dengan ketidak sengajaan.
DAFTAR PUSTAKA
Fried, George. 2006. Biologi
Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Gian. 2011. Makalah Biologi. (online). (http://sap-fat-yan-yen-makalahbiologi.blogspot.com/2011/03/makalah-biologi-teori-evolusi.html,
diakses tanggal 18 Desember 2014).
Pratiwi. 2007. Biologi SMA
Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Recee, Campblee dan
Mitchell.2002.Biologi.Jakarta:Erlangga.
Maksud dari teori fixisme, katatropisme itu apa?
BalasHapusmikrotubulus sama mikrofilamen bedanya apa?
BalasHapusawanda amalia kalo fixisme manusia berasal dari manusia sebelumnya, begitu juga hewan berasal dari spesiesnya :)
BalasHapusargelina novi kok mikrotubulus sama mikrofilamen ? ini tentang evolusi
BalasHapusKoyok e apik tp gong tak woco
BalasHapus